Senin, 11 Juni 2018

Tips Mudah Menggunakan Bedong yang Nyaman pada Bayi

Saat bayi baru lahir dibedong salah satu cara untuk memberikan kehangatan pada tubuh bayi untuk menyesuaikan dengan suhu di luar kandungan. Bedong juga membantu menenangkan bayi batu lahir. Bedong dilakukan pada bayi minimal hingga waktu lepas hari bayi telah selesai. Berikut ini cara membedung bayi dengan mudah dan nyaman yang dapat Anda terapkan.

1. Posisikan Kain Bedong Bayi dengan Benar
Gunakan kain bedong yang berbahan lembut sehingga nyaman digunakan. Kemudian kain bedong bayi tersebut diletakkan pada permukaan yang rata dengan sudut kain bedong berada di posisi atas. Anda lipat bagian ujung atas kain sedikit sampai kain berbentuk menyerupai segitiga.
Anda bisa mendapatkan kain bedong dengan bahan katun berkualitas yang tidak membuat kulit bayi alergi di toko perlengkapan ibu dan bayi. Anda bisa membelinya dengan harga khusus lebaran sale di toko orami.com. Anda bisa mengunjungi toko untuk informasi lebih lanjut.

2. Posisikan Bayi dengan Telentang

Letakkan bayi Anda di atas kain bedong yang telah berbentuk menyerupai segitiga. Cara dengan menidurkan bayi Anda dalam posisi terlentang. Jangan posisikan bayi dengan tengkurap. Posisi ini harus dilakukan dengan benar agar bayi terhindar dari SIDS. Risiko terjadinya SIDS dan tersedak menurut penelitian disebabkan  bayi yang dibedong  dengan posisi tengkurap.

3. Posisikan Tangan Bayi dengan Benar
Posisian bayi tepat di bagian tengah kain tersebut. Posisikan batas lipatan atas kain bedong bayi berada di sekitar bahu. Kemudian Anda posisikan tangan bayi lurus ke bawah dan rapat dengan tubuhnya. Setelah itu Anda tarik bagian ujung kain di sisi kiri bayi sehingga menutupi lengan kiri sampai ke dadanya.

Bagian ujung kain bersisa, Anda selipkan ke bagian bawah ketiak kiri lalu ke bagian punggung bayi. Selanjutnya Anda melipat bagian bawah kain bedong bayi ke arah pundak bayi Anda. Pastikan Anda tidak melipatnya terlalu ketat agar bayi memiliki ruang pada bagian kakinya untuk bergerak.
Setelah itu pegang bayi tanpa menggeser posisinya, Anda ambil ujung kain bedong sebelah kanan dan lipat ke bagian punggung bayi hingga menutupi tubuhnya. Pastikan Anda tidak melipatnya terlalu ketak. Kain bedong bayi juga jangan sampai menutupi bagian wajah bayi Anda sehingga membuat bayi kesulitan bernapas.

4. Cek Bayi Anda Setiap Beberapa Jam
Saat bayi Anda menggunakan kain bedong Anda haru mengecek suhu tubuhnya tiap beberapa jam untuk memastikan bayi tidak lemas. Anda juga dapat membenarkan posisi kain bedong jika terjadi perubahan. Jika bayi Anda diberikan ASI sebaiknya kain bedongnya dibuka agar tangan bayi dapat bergerak bebas dan bereksplorasi.

Jika bayi Anda rewel, Anda bisa memposisikan lipatan kain bedong berada di bawah ketiak bayi. Anda tidak perlu lagi membedung bayi jika bayi Anda telah mulai belajar berguling karena ini akan menghambat perkembangannya.

Related Posts

Tips Mudah Menggunakan Bedong yang Nyaman pada Bayi
4/ 5
Oleh